Minggu, 06 Mei 2012

Bayangan Kenyataan


“Kenyataan yang dapat mempesonakanmu tiada lain adalah kenyataan itu sendiri.”

Kata-kata adalah bayangan kenyataan. Hanya dengan kata-kata, seolah kita mampu merasakan kenyataan itu, melihatnya, bahkan berinteraksi dengannya. Sebagai bayangan, kata-kata tak mampu seutuhnya melakukan apa yang nyata lakukan. Namun kata-kata ialah bayangan, yang mana ia juga merupakan yang setengah nyata (pada hakikatnya adalah kenyataan juga). Sehingga, jika ia mempesonakan atau setidaknya memberikan sesuatu yang berasa (tidak tawar), ia adalah kenyataan itu sendiri.
Semoga… jika kata-kataku membekas atau mempesonakanmu, itu adalah kenyataan dari diriku...

“Diamku bukanlah diam, gerakku bagaimana kau pandang. Bisuku jikalah kau mendengar, seruku hanyalah untukmu...”

“Maksudku bukanlah ukiran yang dipahat dilebar bebatuan menjulang. Maksudku bukanlah simphoni yang didengungkan oleh alam. Maksudku bukanlah angin yang kau hirup, mau tak mau pasti ‘kan terhisap. Maksudku ialah udang dibalik batu; nikmat Allah pada bocah ingusan; Omelan ibu yang mengasihi; juga penyair yang menyampaikan...”

“Bagaimana kau pahami hidup ini dari segala yang kau lihat hanya diluar sekitar, bagaimana kau pahami diriku ini dengan mengindra aku? Rasakanlah, inilah diriku.”

“Tak usah kau memandang, tak usah mendengar dan berucap, tak usah ada lagi yang menghampiri diriku. Kenalilah dirimu hingga engkau mengenaliNya, dan dariNya kau kan kenal semua yang ada, juga diriku yang mana itu adalah sebenar-benarnya aku; tanpa campur tangan perasaan dan indra yang menempel.”

“Aku inilah aku : jalanku, hidupku,”

“Bukan egois, jangan disebut individualis. Hanya semua cara melaluiNya, dan menujuNya harus sendiri saja. Maka jalanku, hidupku : untukku. Jalanmu, hidupmu : untukmu. Nanti kita kan bertemu,”



- SM -

25


   
 February

Berdenyut jiwaku menghadap-Mu, raga bersimpuh kaku membeku
Mengahdap-Mu segala di pejuang-segala dikorbankan

Kau yang Maha, aku tak tahu sesudahnya
Dengan melati dibatasan dua ruang yang menimbang
Namun pelan semua dijawab : “lakukan!”

Meninggalkan bukan putih kapas ditangan
Menyatu Angkasa membuatku berucap harap

Tak kena dari semua duga manusia
Mengejutan bila yang tiba esok itu satria
Tak berasa tak bernada tiada asa,bersetengah nyawa…


 - SM -

Keputusan-keputusan


Seribu jarum bersatu memenuhi hatiku
Langkahku merambat dan suara kacau terhambat
Hanya tangan yang bergerak lantang
Sayapku tersangkut di dahan cintamu, tak sanggup melanjut terbang

Kemerahan suasana yag menemani tahun-tahunku
Dilingkaran Cuma bisa menatapmu tak jemu

Bila ada jalan terus berpijak, tiada lentera dan kunang dalam gelap malam
Bisu beramin di sekitar jiwaku, kelu lidah tak berseru
Jari tangan-kaki keram, kepala bergerak hendak lanjut jalan
Hati memberi hentakkan kebelakang

Di sekitar dada ada jaring-jaring api
Bukan panas, tapi membakar dalam gelora
Tak sakit, tapi begitu pilu
Seperti pelan ada yang merambat dan entah apa
Cinta yang mengisi rupanya!

Di cukupkan saja, waktuku hampir tiba
Dan tangis berat kubawa-bawa,
Dan menarik seluruh cintaku yang berada
Mengangkasa dan cuma ku serahkan padaNya

Waktuku akan tiba…
Tahun-tahun sebentar lagi terlewati, dan sampai pada angka kedewasaan
Malamnya penuh perjuangan yang tak bisa diperdua
Sudahnya sudah entah bagaimana jadinya berubah

Waktuku pasti tiba…
Bunga kembali kuserahkan kepadamu yang ku jaga dalam suci
Kini pergi masih menangis didepanku menandakanmu
Sudahnya..sudah entah bagaimana berubah
 -SM- 

Selasa, 28 Februari 2012

Puisi untuk Bintang

ingin ku putar jarum jam dimana ku bisa menemuinya...
saat sinar hangatnya mengelus bumi dan isinya...
ketika datangnya hilangkan segala dahaga...
di waktu terangnya hapuskan semua gulita...

temani pucatnya sang perantara..................................................
Bulan... yang tak bisa bercahaya,
untuk temani menjaga lelapnya mata,
dan naungi semua ciptaNya...

gelap dan terang terus berganti hingga akhirnya nanti
masih ia disana terlihat pucat pasi
setia pada raja siang untuk bertukar silih berganti
meski tak ada yang tau, kapan gerhana terjadi....

berikanlah segenggam harapan...
meski sedikit rasa syahdu dari lagu impian...
walau sepercik rasa sejuk dari tetesan hujan..
meski sekecil debu yang halus yang terus berterbangan....

dari semua hangatmu.......
dengan seluruh cahayamu........
dari semua senangmu........
dengan sebuah senyummu....................................... Bintang.................................................

"satu" Pelajaran

Jatuh...
1 pelajaran untuk bisa bangkit
1 pelajaran untuk terus berdiri
1 pelajaran untuk dapat memulai...

Sakit...
1 pelajaran untuk bisa sembuh
1 pelajaran untuk terus bertahan
1 pelajaran untuk dapat menjaga

Tangis...
1 pelajaran untuk bisa berhenti
1 pelajaran untuk terus kuat
1 pelajaran untuk dapat memulai

Hidup... tumpuan waktu, penuh pelajaran, penuh misteri..
melangka,maju! dan melesatlah!!

Rabu, 18 Januari 2012

STAR students, Ipoh-Malaysia visited SMKN 22


Alhamdulillah Atas berkat Rahmat Allah, kami di beri kepercayaan di kunjungi pelajar dari Sekolah Tuanku Abdul Rahman Ipoh-Malaysia. dengan segala rencana dan konsep acara, ekstrakurikuler di sertakan untuk penyambutan para tamu,sekaligus sbg wadah yg menampilkan bakat serta kreatifitas  pelajar Indonesia ada marawis, paskibra, karate, silat, teater, bernyanyi dan bermain musik dan para rakyat SMKN 22...
WeW..... tibalah kedatanngan teman" pelajar beserta guru" STAR (Sekolah Tuanku Abdul Rahman),
beriringan 30 siswa dan 6 guru, mereka mmasuki gerbang sekolah (tercinta),
team marawis yang perform pertama...
setelah menempati tempat yang di sediakan, terlihat wajah-wajah yang bingung dan terpana melihat kejadian pagi itu 15 November 2011..
setelah marawis, paskibra menampilkan performanya..
dan selanjutnya Karate (yang saya juga ikut berlaga disana)hehe...
di lanjutkan dengan PMR serta Silat...
setelah itu.. mereka di boyong ke aula..
beberapa rangkaian acara acara di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, di lanjutkan dengan jamuan" ada teater,dan tarian betawi....
di lanjutkan dengan memper

yuuuk liaaat gmn prosesi penyambutaaan!!!
Marawis ala SMKN 22 boo......


Sebagai citra Nasionalisme pelajar Indonesia
\
Kyokushinkaikan                                                                                                                                                                       
Siap berlaga membawa publik Pelajar indonesia ke malaysia...

PMR
                                                                                                                                                                                                                           lagi ngobatin warga dan anak sekolah yang di jegat perampas (dalam Drama karate&PMR)

Paduan Suara
Masuk Aula, di sambut team Paduan suara, dan mengiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia,seteleh itu malaysia..


STAR Students



hajar bleeeeeehh ........................... seru"an




Para tamu di jamu tarian Betawi.....



Sesi Foto terakhir sebelum mereka beranjak..
 

Yap.. ntah Apa yang berkesan bagi mereka.. nmun, kami memberikan jamuan dan lakuan sebagaimana menjadi bagian dari Indonesia.