February
Berdenyut jiwaku
menghadap-Mu, raga bersimpuh kaku membeku
Mengahdap-Mu segala
di pejuang-segala dikorbankan
Kau yang Maha, aku
tak tahu sesudahnya
Dengan melati
dibatasan dua ruang yang menimbang
Namun pelan semua dijawab
: “lakukan!”
Meninggalkan bukan
putih kapas ditangan
Menyatu Angkasa
membuatku berucap harap
Tak kena dari semua
duga manusia
Mengejutan bila yang
tiba esok itu satria
Tak berasa tak
bernada tiada asa,bersetengah nyawa…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar